Shit i think kinda crazy

hi aku akan mereview s2nya, aku lebih enjoy nonton yang ini daripada yang s1, sebagai mahasiswi psikologi kujadi belajar nebak sama memperhatikan masing masing karakter gimana dan jadi ngerti gitu sama mereka, jadi bisa dibilanh karakter yang ku gasuka disini dikit WKWKWKWK
orang orang bilang ini ngebosenin cuman kalo diliat, mereka baru masuk game itu di eps 3 terus juga cuman 3 game sepanjang 7 eps itu, ya bisa dimengerti si tapi menurutku kan namanya juga s2 ya, buat apa sia buat persis kaya s1
goodjob banget penulis naskahnya, karena disini dibuat kita ngeliat banyak sisi yang bikin ngerti, oh ternyata begitu ya👏👏👏👏
the only live action princess that is better than the original movie
Gue mulai mengikuti karya Jokoanwar sejak Pengabdi Setan.. yang gue temukan Jokanwar selalu punya penyakit yang sama pada setiap film2nya..
Pola yang sama dengan karya sebelum2nya (khususnya bertema horor), selalunya di babak awal dia selalu berhasil membangun build up story dan setup karakter2nya menjadi likeable pada penonton.. dan karena inilah di paruh awal film2nya selalunya selalu berjalan Slow dan cenderung slowburn.
Bahkan saking nge"Hook"nya cerita yang di bangun jokoanwar, setiap puzzle misteri2 dalam filmnya berasa akan ada sesuatu yang besar…
It's 2023 and shitty slasher flick is officially back on track!
Winnie the Pooh: Blood and Honey menghadirkan segala bentuk kenajisan yang hadir pada film-film slasher sampah pada dulunya seperti franchise Wrong Turn dan slasher yang hanya mengandalkan konten sadis dan gory yang bikin mulut nganga. Even untuk durasi 84 menit, film ini terlalu bertele-tele dan membosankan, eksekusinya pun bodoh secara keseluruhan, dan terlebih lagi karakterisasi dari para pemain yang semuanya bikin geram yang bisanya cuman teriak, nangis, sok jagoan,…
Emang film genre slasher veteran beda banget sama slasher B-movie yang asal tusuk sana sini darah sana sini. Piggy memiliki kombinasi yang unik dari mengangkat isu bullying dan body shaming dan tentunya tidak lupa akan kebrutalan sebagai bumbu penyedap. Horror yang ada dua kali lipat dari yang telah dibayangkan. Dan tidak lupa akan Laura Galan yang kembali membuat kagum akan performanya disini. Keren cuk!
Mengefresh ingatanku lagi tentang film ini yg sering bgt diputar di tv dan memang ini film Jackie Chan paling absurd tapi tetap saja action di filmnya tetap seru apalagi aksi Jackie Chan bertarung pake cosplay Street Fighter itu ikonik banget